Kudus Cyber

Satu aplikasi untuk seluruh desa

Surat-menyurat yang sekaligus memutakhirkan data penduduk, data yang bisa disaring sesuka petugas lalu diekspor ke Excel, ditambah aplikasi Android untuk warga, tombol darurat, dan CCTV desa. Isi data desa, sistemnya hidup hari itu juga — tanpa menunggu surat, tanpa menunggu kabupaten.

Rp300.000 setahun — sekitar Rp25.000 sebulan

Seluruh fitur dan alamat situs bawaan sudah termasuk. Tanpa biaya pasang. Harga perintis untuk 500 desa pertama.

Daftarkan Desa Saya

Berjalan di 14 situs desa Kudus

Harga semurah ini pantas bikin curiga. Jadi jangan percaya kata-kata kami — buka sendiri situs desa yang sudah memakainya.

Desa Kramat, salah satu desa klien kami, diliput TVRI Jawa Tengah sebagai desa digital pada Agustus 2026. Sistemnya dikerjakan CV Kudus Cyber Indonesia, badan usaha yang sudah berjalan puluhan tahun dan terbiasa menangani pekerjaan instansi pemerintah.

Yang membuat perangkat desa memilih ini

Bukan daftar fitur yang panjang. Hal-hal inilah yang paling sering membuat petugas desa berpindah dari cara lama — dan semuanya sudah berjalan di aplikasinya sekarang.

Kades tanda tangan surat dari mana saja, dan suratnya sah

Surat desa ditandatangani langsung di dalam aplikasi memakai tanda tangan elektronik tersertifikasi dari Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN — badan resmi pemerintah yang menerbitkan sertifikat elektronik untuk instansi negara.

Kades tidak perlu mengunduh berkasnya, membukanya di aplikasi lain, lalu mengunggahnya kembali. Surat yang sudah disiapkan operator muncul di daftar tunggu tanda tangan; kades membuka, memeriksa, menandatangani — dari kantor desa, dari rumah, atau dari ruang tunggu rapat di kabupaten. Beberapa surat bisa ditandatangani sekaligus dalam satu kali.

Hasilnya dokumen bertanda tangan elektronik yang keasliannya dapat diperiksa siapa pun, lengkap dengan jejak waktu penandatanganan. Berlaku untuk seluruh jenis surat desa, bukan satu jenis percontohan. Pelayanan desa tidak lagi berhenti karena kadesnya sedang tidak di tempat.

Penggunaannya perlu dikoordinasikan lebih dulu dengan Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota, karena perjanjian kerja sama dengan BSrE dipegang pemerintah daerah. Kami menyiapkan surat permohonannya dan mendampingi prosesnya — unduh contoh suratnya (bentuk permohonan berbeda menurut kabupaten; telepon dulu dinasnya).

Surat dan data penduduk jadi satu, tidak diketik dua kali

Di kebanyakan sistem, petugas mengetik dua kali: sekali untuk mencetak suratnya, sekali lagi untuk memperbarui data penduduk. Yang kedua itu yang selalu terlewat — dan itulah sebabnya data penduduk di banyak desa tidak pernah cocok dengan keadaan sebenarnya.

Di sini surat lahir dari peristiwanya. Petugas memasukkan data kelahiran, surat keterangan kelahiran terbit sendiri, dan bayinya langsung tercatat di data penduduk. Begitu juga kematian, pindah datang, dan pindah keluar — datanya bergerak mengikuti suratnya.

Akibatnya data penduduk desa tetap benar tanpa ada yang perlu merapikannya belakangan.

Permintaan data mendadak, selesai sebelum kopi dingin

Kecamatan atau dinas minta data tertentu sore ini, harus jadi besok pagi. Biasanya itu berarti semalaman menghitung manual di spreadsheet, dan hasilnya masih was-was.

Di sini data penduduk bisa disaring memakai gabungan syarat apa pun yang ada di datanya: umur antara 10 sampai 50, perempuan, berstatus janda — lalu ditambah syarat lain lagi, sebanyak yang dibutuhkan. Bukan pilihan laporan yang sudah disediakan, tapi saringan yang Anda susun sendiri saat itu juga.

Mau data balita untuk posyandu, lansia untuk bantuan, anak usia sekolah, calon pemilih per dapil, atau kelompok yang belum pernah terpikir sebelumnya — semuanya dari satu tempat, dan langsung diunduh sebagai berkas Excel untuk dikirim ke yang meminta.

Tanah desa akhirnya punya angka, bukan cuma ingatan

Tanah kas desa, bengkok, makam, lapangan, jalan, saluran — hampir di semua desa batasnya cuma diingat orang-orang tua dan dicatat sebagai “kurang lebih sekian”. Begitu ada yang menggeser patok atau mempersoalkan batas setelah orang yang tahu sudah tidak ada, desa tidak punya apa pun untuk dipegang.

Di sini perangkat desa menggambar sendiri bidang tanahnya di atas peta, titik demi titik mengikuti batas yang sebenarnya. Luas dan kelilingnya dihitung otomatis begitu gambarnya ditutup — tidak perlu memanggil siapa pun.

Tiap bidang diberi nama dan dikelompokkan menurut jenisnya: tanah kas desa, bengkok tiap perangkat, fasilitas umum, makam, aset yang disewakan. Yang selama ini jadi ingatan lisan berubah jadi catatan yang bertanggal, punya luas, dan bisa dibuka lagi kapan pun.

Luasnya perkiraan dari gambar di peta, untuk pencatatan dan pengelolaan aset desa — bukan pengganti pengukuran juru ukur bersertifikat.

Yang ditambahkan di versi web

Empat hal berikut tidak ada di aplikasi desa gratis mana pun, dan tidak ada di versi lama kami.

Tombol darurat

Warga menekan satu tombol di aplikasi saat keadaan gawat, dan saat itu juga pemberitahuan berbunyi di HP perangkat desa. Panggilannya otomatis diarahkan ke desa yang benar tanpa perlu disetel dulu — begitu desa terdaftar, fiturnya langsung berfungsi.

Ronda, kebakaran, kecelakaan, orang hilang: desa punya jalur cepat yang tercatat, bukan lagi kabar berantai lewat pesan pribadi.

CCTV desa, pakai kamera yang sudah ada

Desa tidak perlu membeli kamera baru. CCTV yang sudah terpasang tinggal disambungkan, lalu bisa dilihat dari aplikasi yang sama dengan surat-menyurat dan tombol darurat.

Banyak desa terlanjur memasang CCTV tapi tayangannya cuma bisa dilihat di ruang kantor. Di sini kamera itu jadi berguna untuk perangkat desa yang sedang di luar. Kalau desa ingin menambah titik kamera, pemasangannya juga bisa kami kerjakan.

Absensi perangkat desa

Kehadiran tercatat rapi di sistem, bukan lagi buku tanda tangan yang menumpuk lalu hilang entah ke mana.

Aplikasi Android untuk warga

Bukan cuma situs web. Warga memasang aplikasinya di HP, dan desa punya saluran langsung ke genggaman warganya — untuk pengumuman, pengajuan surat, dan tombol darurat.

Yang wajib dipunyai desa, semuanya sudah ada

Semua fitur di atas sudah termasuk dalam Rp300.000 setahun. Tidak ada biaya pasang, dan tidak ada fitur yang dikunci lalu dijual terpisah.

Satu-satunya yang dihitung terpisah: domain sendiri

Alamat situs bawaan sudah termasuk dalam harga, dan desa bisa langsung memakainya begitu mendaftar — seperti mlatilor.kecamatankota.id.

Kalau desa ingin alamat sendiri seperti desakramat.id, biaya domainnya Rp300.000 per tahun di luar langganan. Itu harga domainnya, bukan tambahan jasa dari kami. Sifatnya pilihan — sistemnya berjalan sama saja tanpa itu.

Bisa ditambah: layar informasi di balai desa

Kalau desa ingin informasinya juga tampil di layar balai desa, Smart Display bisa disambungkan ke aplikasi yang sama. Pengumuman, agenda kegiatan, infografis APBDes, dan berita desa yang sudah ada di sistem langsung tampil di layar — tidak perlu ada yang mengetik ulang atau menempel poster tiap minggu.

Ini pilihan tambahan, bukan keharusan. Aplikasi desanya tetap berjalan penuh tanpa layar.

Lihat Smart Display

Cara kerjanya — tiga langkah

1. Isi data desa

Nama desa, kecamatan, kabupaten, dan beberapa isian dasar. Tidak sampai sepuluh menit.

2. Tagihan terbit otomatis

Lengkap dengan dokumen yang dibutuhkan bendahara desa untuk pertanggungjawaban belanja.

3. Situs desa hidup

Begitu pembayaran masuk, alamatnya aktif dan langsung bisa diisi. Tidak ada janji “dikerjakan dalam sekian minggu”.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah tanda tangan elektronik langsung bisa dipakai begitu berlangganan?

Fiturnya sudah ada dan siap dipakai, tetapi penerbitan sertifikat elektroniknya bukan wewenang kami maupun desa. Sertifikatnya diterbitkan BSrE BSSN melalui perjanjian kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota. Tiap desa memakai kuncinya sendiri, jadi tiap desa mengajukan sendiri. Langkahnya: desa mengajukan permohonan ke Diskominfo kabupaten/kota, Diskominfo mendaftarkan pejabat penanda tangannya dan menerbitkan kunci untuk desa itu, lalu kami pasangkan ke aplikasi desa Anda. Surat permohonannya sudah kami siapkan dan tinggal diisi.

Kalau kabupaten kami belum bekerja sama dengan BSrE, bagaimana?

Seluruh fitur lain berjalan penuh tanpa tanda tangan elektronik — surat tetap terbit dan dicetak seperti biasa. Tanda tangan elektronik dapat diaktifkan kemudian, tanpa biaya tambahan dan tanpa memasang ulang apa pun, begitu kerja samanya ada.

Apakah ada biaya untuk sertifikat elektroniknya?

BSrE tidak memungut biaya untuk instansi pemerintah. Yang kami sediakan adalah penyambungannya ke aplikasi, dan itu sudah termasuk dalam langganan.

Kenapa jauh lebih murah dari yang lain?

Karena pemasangannya sudah otomatis. Yang dulu dikerjakan manual per desa — datang, instal, impor data — sekarang berjalan sendiri, jadi ongkos yang dulu dibebankan ke desa sudah tidak ada.

Apakah harus punya domain desa.id dulu?

Tidak. Situs desa Anda langsung jalan memakai alamat bawaan yang sudah termasuk dalam harga. Kalau nanti desa ingin pindah ke alamat sendiri, bisa dilakukan belakangan tanpa kehilangan data.

Berapa biaya kalau desa ingin alamat sendiri?

Rp300.000 per tahun untuk domain .id, di luar biaya langganan. Itu harga domainnya sendiri, bukan tambahan jasa dari kami. Kalau memakai alamat bawaan, tidak ada biaya tambahan sama sekali.

Perangkat desa kami tidak ada yang paham komputer.

Tidak masalah. Isiannya dibuat sesederhana mungkin, dan ada pendampingan lewat chat yang bisa ditanyai kapan saja, termasuk hal paling dasar.

CCTV kami merek murah, apakah bisa disambungkan?

Sebagian besar bisa, tapi ada kamera murah yang terkunci di aplikasi bawaannya sendiri dan memang tidak bisa disambungkan ke mana pun. Sebutkan merek dan tipenya saat mendaftar supaya bisa kami periksa sejak awal, bukan setelah Anda membayar.

Warga harus memasang aplikasi dulu?

Untuk melihat informasi desa, tidak — situsnya bisa dibuka langsung dari browser. Aplikasi Android dipasang kalau warga ingin memakai tombol darurat, mengajukan surat dari rumah, dan menerima pemberitahuan dari desa.

Bagaimana pertanggungjawaban ke bendahara desa?

Tagihan dan dokumen pendukungnya terbit otomatis dan bisa langsung dilampirkan sebagai bukti belanja. Nilainya kecil, jadi masuk belanja rutin biasa.

Kalau tahun depan tidak diperpanjang, data kami bagaimana?

Data desa milik desa. Bisa diunduh kapan saja.

Apa bedanya dengan aplikasi desa gratis?

Aplikasi gratis tetap menuntut desa mengurus hosting, pemasangan, pembaruan, dan perbaikan saat rusak — dan itu yang paling sering membuat situs desa akhirnya mati. Bagian itulah yang Anda beli seharga Rp25.000 sebulan. Di luar itu, tombol darurat, CCTV desa, absensi perangkat, dan aplikasi Android untuk warga memang tidak ada di aplikasi desa gratis mana pun.

Situs desa Anda bisa hidup hari ini

Rp300.000 setahun

Harga perintis untuk 500 desa pertama. Tanpa biaya pasang.

Daftarkan Desa Saya

Belum yakin? Tanya dulu lewat WhatsApp — tidak apa-apa.